Jumat, 24 Mei 2013

KERAJAAN HINDU BUDDHA


                                          


A.    Hindu
Pada sekitar tahun 1500 sebelum masehi, bangsa Arya berhasil menaklukan bangsa Dravida di India. Kemudian lahir agama Hindu yang merupakan gabungan antara kepercayaan bangsa Arya dan kepercayaan bangsa Dravida.
Agama Hindu mempunyai banyak dewa, namun yang lebih terkenal adalah Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahmana (Dewa Pencipta), Dewa Syiwa (Dewa Perusak) dan Dewa Wisnu (Dewa Pelindung).
Ada 4 kasta dalam agam hindu,diantaranya :
1.      Kasta Brahmana, merupakan kasta tertinggi dan bertugas untuk menjalankan upacara-upacara keagamaan. Yang termasuk dalam kasta ini adalah para Brahmana.
2.      Kasta Ksatria, bertugas untuk menjalankan roda pemerintahan. Yang termasuk kasta ini adalah para raja, prajurit dan bangsawan.
3.      Kasta Waisya, merupakan kasta dari golongan rakyat jelata seperti para petani dan pedagang.
4.      Kasta Sudra, kasta yang paling rendah seperti para budak.

Tujuan dari pembentukan kasta adalah untuk menjaga kemurnian ras bangsa Arya yang dianggap ras paling baik, dibandingkan dengan ras bangsa Dravidayang dianggap paling rendah.


B.     Budha
Pada awalnya, Budha bukan merupakan sebuah agama, tetapi hanya merupakan suatu paham (aliran) dalam agama Hindu yang disebut Budhisme. Ajaran Budhisme muncul sebagai protes terhadap sistem perbedaan kasta, terutama terhadapn kasta Brahmana yang dianggap terlalu banyak mempunyai hak-hak istimewa, dan kasta-kasta lain yang dianggap terlalu membedakan kedudukan seseorang.
Paham Budhisme dikembangkan oleh Sidharta Budha Gautama, seorang putra raja Sudhodana dari kerajaan Kapilawastu, yang termasuk suku bangsa Sakya. Yang kemudian ajarannya berkembang menjadi agama Budha.
Seluruh ajaran agama Budha terdapat dalam kitab Tripitaka, yang terdiri atas :
1.      Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk agama Budha.
2.      Sutrantapitaka, berisi tentang wejangan-wejangan dari sang Budha.
3.      Abhidharmapitaka, berisi tentang penjelasan dan uraian mengenai agama Budha.


C.    Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu Budha di Indonesia
Proses masuknya pengaruh agama Hindu dan Budha ke Indonesia terjadi sekitar abad ke 4 masehi melalui hubungan perdagangan dengan para pedagang dari India. Hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Masyarakat Indonesia yang paling awal menerima pengaruh dan menganut agama Hindu adalah para raja beserta keluarganya, bangsawan dan prajurit, karena merupakan kasta yang terhormat, baru kemudian rakyat jelata.
Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang berkembang di India. Agama dan kebudayaan Hindu Budha disesuaikan dengan kebudayaan dan kepercayaan asli bangsa Indonesia yang berintikan pada ajaran pemujaan roh leluhur (animisme dan dinamisme). Dalam bidang sastra pun terjadi penyesuaian misalnya huruf Pallawa berubah menjadi huruf Kawi dan huruf Jawa Kuno. Demikian pula dalam bentuk dan seni bangunan, candi di Indonesia berbeda dengan di India.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar